Tata Cara Makmum Mengikuti Imam

TATA CARA MAKMUM MENGIKUTI IMAM

Oleh
Ustadz Musyaffa
Merapatkan Shaf Shalat Berjamaah

Merapatkan Shaf Shalat dan Tata cara shalat Berjamaah
Shalat berjamaah merupakan syiar Islam yang sangat agung, dan diwajibkan secara khusus bagi laki-laki Muslim yang terkena kewajiban melakukan shalat. Dengan adanya kewajiban shalat berjamaah ini, aliran Islam terlihat lebih hidup dan eksis, kerukunan umat Islam lebih mudah tercipta dan tampak indah, mampu saling ta’awun dalam kebaikan dan ketakwaan. Sehingga tepatlah, bila syariat memperlihatkan banyak pahala bagi mereka yang menghidupkan syiar ini, di samping memperlihatkan bahaya berat bagi yang meninggalkannya.

Karena pentingnya syiar ini, menjadi penting pula mempelajari masalah-masalah yang bekerjasama dengannya. Dan dalam goresan pena ringan ini, penulis akan sedikit membahas ihwal mengikuti imam dalam shalat berjamaah dan beberapa duduk perkara yang bekerjasama dengannya.

Banyaknya fenomena yang bermunculan dengan semarak dan pesatnya perkembangan teknologi dan pertumbuhan penduduk sehingga terkadang masjid-masjid tidak dapat menampung jamaah yang shalat. Lalu muncullah pemikiran untuk menggunakan teknologi tersebut untuk memudahkan orang shalat berjamaah, sehingga tidak harus bangkit di belakang imam untuk mampu mengikuti shalat berjamaah. Hal ini akan tampak terang pada keadaan masjid Nabawi di Madinah dan Masjidil Haram di Makkah, baik dalam shalat wajib ataupun sunnah. Di bulan Ramadhan, akan tampak sekali banyaknya jamaah yang shalat di hotel yang berdampingan dengan masjid dengan melihat layar televisi yang menyiarkan eksklusif gerakan imam dan suaranya terdengar jelas.

Dengan teknologi yang ada, seseorang dapat melihat semua gerakan imam dan dapat menirunya. Fenomena mengikuti ini berkembang dan perlu diberikan ketentuan dan hukum, biar kaum Muslimin dapat melakukan shalat berjamaah dengan mudah dan sah.

Mengikuti imam (mutaba’ah imam) dalam shalat berjamaah ialah salah satu kewajiban yang perlu sekali dijelaskan dan ditekankan, seiring dengan jauhnya kaum Muslimin di zaman ini dari pelita sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.